Monday, January 9, 2012

It's good when you know that you're helping others!

Terjemahan bebas dari judul diatas dalam bahasa Indonesia ;

Rasanya menyenangkan pada saat kita tau kita (bisa) menolong orang lain!

Ini yang sering saya rasakan ketika pasien-pasien saya kembali dalam kondisi sembuh atau membaik, dan mereka merasa bersyukur karena saya membantu proses penyembuhan tersebut dengan memberikan diagnosis penyakit yang tepat serta pengobatan yang sesuai.

Rasanya uang sebesar apapun tidak berharga jika dibanding rasa terima kasih para pasien saya yang kembali dengan muka ceria karena sudah sembuh.
(Padahal sembuh atau tidaknya kan bukan terserah dokter, tapi terserah Tuhan).

Perasaan ini juga yang saya rasakan ketika beberapa orang yang sudah saya rekomendasikan untuk mencoba produk pembalut ini karena masalah kesehatan alat reproduksinya, kembali dengan testimoni bahwa masalahnya berkurang atau sudah sembuh.
Saya sampe merinding sendiri !

Walaupun memang saya sudah mencoba sendiri, dan menyadari bahwa produk ini memang bagus dan sudah membantu banyak orang yang punya masalah kesehatan alat reproduksi seperti nyeri berlebih saat haid (dysmenore), haid tidak teratur, haid terlalu sebentar/terlalu lama, tumor pada alat/saluran reproduksi (kista, mioma, kanker) bahkan juga menolong mereka yang kesulitan untuk hamil - masih juga saya terkaget kaget kalau denger testimoni orang-orang yang sudah saya bantu.

Saya juga jadi semakin yakin dan bahagia kalau ternyata saya masih di jalur yang benar,
yaitu bisnis yang tujuan utamanya menolong orang lain ^.^


~* ~ * ~ * ~ * ~ * ~


Baru-baru ini saya membaca sebuah buku yang sebenarnya saya beli di Gramedia dengan alasan diskon. Karena lagi ada promo jadi semua buku-buku ini dijual seharga 15 ribu dan saat itu saya membeli dua buah buku. Salahsatunya buku ini yang berjudul 'The Art of War for Women'.

Ternyata walaupun harganya termasuk murah tapi isinya sangat berguna untuk saya yang memang baru memulai bisnis sendiri.
Walaupun judulnya tentang 'Strategi Berperang' tapi isinya sebenarnya lebih kepada filosofi dalam berkarier dan kehidupan, yang diadaptasi dari strategi perang jaman Cina kuno (abad 500 SM).

Dikatakan ada beberapa prinsip yang utama dalam meraih kemenangan (karena jaman sekarang kita tidak lagi berperang, jadi kemenangan yang dimaksud adalah dalam berkarier, atau menjalani kehidupan pada umumnya) -
salahsatu prinsip yang utama dan yang terpenting adalah 'Tao' yang bisa diartikan 'sang jalan, kebenaran, moralitas'.

Maksud dari prinsip ini adalah, jika tujuan awal kita selaras dengan Tao (segala sesuatu yang benar, baik, sesuai dengan moral) maka sebenarnya kesuksesan sudah ada di pihak kita.
Sebaliknya, jika tujuan kita melakukan sesuatu tidak selaras dengan Tao maka kemalangan/ kerugian lah yang akan berpihak.

Contohnya adalah orang yang ingin mengambil keuntungan secara cepat dengan cara menipu orang lain, atau menjual produk yang kualitas buruk untuk meraup keuntungan besar -
maka ini bertentangan dengan Tao dan selayaknya tidak akan sukses (dalam waktu lama).

Prinsip lain yang disebutkan dalam buku ini adalah 'Tien' (penempatan waktu, momentum),
'Di' (sumber daya, modal), 'Jiang' (kepemimpinan, people skill), dan 'Fa' (mengelola).

Saya rasa ini prinsip-prinsip yang masih relevan dalam kehidupan bisnis saat ini walaupun buku aslinya ditulis 2500 tahun yang lalu.

Saturday, December 31, 2011

Harga dan nilai

Beberapa orang yang saya kenal, mereka adalah guru yang sebenarnya dalam kehidupan saya, karena telah mengajarkan hal-hal yang tidak saya dapatkan di pendidikan formal selama sekolah belasan tahun.

Mereka telah mengajarkan saya perbedaan dari harga dan nilai.

Suatu barang bisa tidak seberapa harganya tapi sangat bernilai, contohnya adalah diary (buku harian) kita, atau kado sederhana dari sang pacar, atau kenang-kenangan dari suatu tempat.
Karena kalau benda tersebut hilang dapat tak tergantikan lagi tentunya.

Suatu barang juga bisa harganya mahal tapi nilainya tidak seberapa.
Karena nilai itu sangat subjektif, tergantung preferensi atau minat orang tersebut.
Beberapa artis di Indonesia contohnya bisa mengkoleksi tas seharga puluhan hingga ratusan juta, harga yang untuk mereka tidak seberapa demi sebuah tas yang menurut orang lain tidak punya nilai tinggi.

Suatu barang tentunya bisa harganya mahal dan juga bernilai tinggi.
Contohnya kalau seseorang menderita gagal ginjal kronis, maka uang puluhan (bahkan ratusan) juta yang dikeluarkan mungkin sebanding juga dengan nilai kehidupan yang ingin ditukarkan.


Bagaimana kita menghargai nilai dari tubuh kita sendiri ?


Saya belajar betapa bernilainya tubuh saya dari orang-orang sekitar saya (pasien, saudara, kenalan, orang asing) yang tidak mempunyai apa yang saya punya.

Ketika saya melihat orang yang tidak mempunyai jari-jari tangan, saya merasakan betapa beruntungnya nilai jari-jari tangan saya yang telah membantu saya menuliskan blog ini.

Ketika saya melihat orang yang tidak mempunyai kaki lengkap, saya merasakan betapa beruntungnya nilai kaki saya yang telah membawa saya traveling ke berbagai tempat di dunia yang indah ini.

Ketika saya melihat orang yang anggota tubuhnya kurang lengkap, saya semakin bersyukur dan sadar bahwa betapa anugerah yang sudah Tuhan berikan memang harus saya jaga.

Ketika kita jatuh sakit, memang kita baru menyadari betapa bernilainya kesehatan itu.

Itu juga sebabnya dokter jadi 'bisnis' kesehatan paling laku dimana pun (tak terkecuali di Indonesia) karena orang sakit biasanya tidak memikirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan, asalkan sembuh.


Bagaimana dengan promosi atau prevensi kesehatan ?

Di lain pihak, ini poin yang sama penting dengan pengobatan tapi sering diabaikan.

Seberapa sering kita lihat orang tanpa sadar meracuni dirinya sendiri dengan merokok, makan makanan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, terlalu capai, kurang tidur dan lain-lain.

Untuk orang yang berat badannya berlebih, tentu lebih murah mengeluarkan biaya untuk mengikuti keanggotaan di sebuah klub kebugaran daripada membayar operasi sedot lemak.

Untuk mengetahui seberapa bernilainya alat kesehatan reproduksi kita, tidak perlu kita bertanya kepada mereka yang telah menderita kanker mulut rahim atau kanker pada alat reproduksinya.
Karena bagi wanita, entah menikah atau tidak, kesehatan alat reproduksi adalah investasi yang perlu kita jaga.

Pilihan kembali ke tangan kita, harga mana yang akan kita pilih untuk kesehatan kita yang tak ternilai harganya.

Sunday, November 20, 2011

Kenapa harus Pembalut Anion ?

Ada beberapa alasan orang ingin menjalankan bisnis,

Alasan [1] ekonomi : mulai dari butuh uang, pengen lebih makmur, atau ingin kebebasan finansial: gak harus mikirin 'kalo gak kerja dapet duit dari mana ?'

Alasan lain karena [2] passion, karena sesuai dengan minatnya atau alasan lainnya [3] ingin menolong orang lain karena sesuai dengan passion-nya [kembali ke alasan 2].

Buatku sebagai seorang dokter yang memulai karir baru ajah 6 tahun yang lalu, banyak sekali curhat orang-orang yang aku kenal : baik muda (umur remaja) sampe yang tua (sudah menopause) - keluhan soal alat reproduksi.

Baik itu keluhan gejala keputihan, haid gak teratur, sakit haid berlebihan sampe mau pingsan, haid gak normal (darah bergumpal), haid terlalu banyak/ terlalu sedikit, gejala infeksi alat kelamin (gatel, bengkak), susah punya anak, kista dalam rahim/ indung telur dan temen-temennya yang lain.

Ini juga yang membuatku tertarik mendalami lebih tentang reproductive health atau kesehatan reproduksi serta permasalahannya.

Kursus pertama yang aku ikutin di Amsterdam (karena waktu itu dapet beasiswa dari NFP) jadi salahsatu kursus yang sangat berkesan sekaligus mencerahkan.

Dan jadi semakin yakin, bahwa kesehatan reproduksi merupakan permasalahan yang penting tapi juga masih kurang mendapat perhatian.

Contohnya di Indonesia, banyak sekali angka kejadian kanker serviks/mulut rahim di masyarakat kita - terutama dari kalangan ekonomi lemah, yang penanganannya kurang.

Karena mereka-mereka dari golongan ekonomi lemah biasanya juga gak kontrol teratur ke dokter, biasanya saat terdiagnosis sudah stadium lanjut dan bila ditangani pun, kadang telat dan hasilnya tidak se-optimal bila penyakit tersebut diketahui lebih awal.

Banyak juga anak muda jaman sekarang yang sudah mempunyai gejala keluhan alat reproduksi di usia dini, contohnya gejala keputihan yang tidak sewajarnya.

Keputihan yang wajar seharusnya tidak gatal, tidak berwarna (bening), dan baunya tidak menyengat. Keputihan wajar pada saat perempuan mengalami ovulasi atau masa-masa subur (di pertengahan siklus menstruasi).

Keputihan yang tidak wajar atau gatal harus dicurigai sebagai tanda awal dari infeksi saluran/ alat reproduksi.

Produk pembalut sebenarnya memegang peranan penting dalam siklus bulanan seorang perempuan.

Bayangkan, setiap bulan seorang perempuan mengeluarkan darah menstruasi yang ditampung oleh pembalut tersebut- dan bisa jadi media pertumbuhan kuman yang baik, jika tidak diganti secara teratur (sebaiknya tiap 3-4 jam setiap pemakaian).

Pembalut yang baik juga seharusnya terbuat dari bahan yang menyerap darah yang dikeluarkan saat menstruasi- sehingga tidak membuat perempuan berasa 'becek' dan tetap nyaman beraktifitas saat haid.

Semakin banyak informasi yang aku tau tentang pembalut anion, semakin yakin bahwa produk ini bisa menjawab tantangan permasalahan temen-temen/ pasien/kenalanku yang punya permasalahan seputar alat reproduksi.

Dan buatku, gak ada kepuasan selain kepuasan dari seorang klien/ pasien/ teman yang merasakan manfaat dari produk ini sendiri :)