Ada beberapa alasan orang ingin menjalankan bisnis,
Alasan [1] ekonomi : mulai dari butuh uang, pengen lebih makmur, atau ingin kebebasan finansial: gak harus mikirin 'kalo gak kerja dapet duit dari mana ?'
Alasan lain karena [2] passion, karena sesuai dengan minatnya atau alasan lainnya [3] ingin menolong orang lain karena sesuai dengan passion-nya [kembali ke alasan 2].
Buatku sebagai seorang dokter yang memulai karir baru ajah 6 tahun yang lalu, banyak sekali curhat orang-orang yang aku kenal : baik muda (umur remaja) sampe yang tua (sudah menopause) - keluhan soal alat reproduksi.
Baik itu keluhan gejala keputihan, haid gak teratur, sakit haid berlebihan sampe mau pingsan, haid gak normal (darah bergumpal), haid terlalu banyak/ terlalu sedikit, gejala infeksi alat kelamin (gatel, bengkak), susah punya anak, kista dalam rahim/ indung telur dan temen-temennya yang lain.
Ini juga yang membuatku tertarik mendalami lebih tentang reproductive health atau kesehatan reproduksi serta permasalahannya.
Kursus pertama yang aku ikutin di Amsterdam (karena waktu itu dapet beasiswa dari NFP) jadi salahsatu kursus yang sangat berkesan sekaligus mencerahkan.
Dan jadi semakin yakin, bahwa kesehatan reproduksi merupakan permasalahan yang penting tapi juga masih kurang mendapat perhatian.
Contohnya di Indonesia, banyak sekali angka kejadian kanker serviks/mulut rahim di masyarakat kita - terutama dari kalangan ekonomi lemah, yang penanganannya kurang.
Karena mereka-mereka dari golongan ekonomi lemah biasanya juga gak kontrol teratur ke dokter, biasanya saat terdiagnosis sudah stadium lanjut dan bila ditangani pun, kadang telat dan hasilnya tidak se-optimal bila penyakit tersebut diketahui lebih awal.
Banyak juga anak muda jaman sekarang yang sudah mempunyai gejala keluhan alat reproduksi di usia dini, contohnya gejala keputihan yang tidak sewajarnya.
Keputihan yang wajar seharusnya tidak gatal, tidak berwarna (bening), dan baunya tidak menyengat. Keputihan wajar pada saat perempuan mengalami ovulasi atau masa-masa subur (di pertengahan siklus menstruasi).
Keputihan yang tidak wajar atau gatal harus dicurigai sebagai tanda awal dari infeksi saluran/ alat reproduksi.
Produk pembalut sebenarnya memegang peranan penting dalam siklus bulanan seorang perempuan.
Bayangkan, setiap bulan seorang perempuan mengeluarkan darah menstruasi yang ditampung oleh pembalut tersebut- dan bisa jadi media pertumbuhan kuman yang baik, jika tidak diganti secara teratur (sebaiknya tiap 3-4 jam setiap pemakaian).
Pembalut yang baik juga seharusnya terbuat dari bahan yang menyerap darah yang dikeluarkan saat menstruasi- sehingga tidak membuat perempuan berasa 'becek' dan tetap nyaman beraktifitas saat haid.
Semakin banyak informasi yang aku tau tentang pembalut anion, semakin yakin bahwa produk ini bisa menjawab tantangan permasalahan temen-temen/ pasien/kenalanku yang punya permasalahan seputar alat reproduksi.
Dan buatku, gak ada kepuasan selain kepuasan dari seorang klien/ pasien/ teman yang merasakan manfaat dari produk ini sendiri :)
Sunday, November 20, 2011
Saturday, November 19, 2011
Mau enak tapi gak mau susah
"Koq mahal banget modalnya ?"
Itu dia pertanyaan mama saya waktu saya baru mau mulai bisnis ini.
Untuk dia yang kurang mengerti prinsip high investment = high return, perlu waktu buat meyakinkan bahwa semua bisnis (besar) perlu dimulai oleh modal (besar).
Pertanyaanku balik adalah: 'Emang bisnis apa yang gak perlu modal ?'
Jadi tukang parkir aja perlu (1) peluit (2) seragam (3) keahlian markir - walopun gak ada sekolahnya.
Itu pun masih ada resiko kompetisi lahan parkir sama tukang parkir laen yang lebih senior. Gajinya pun gak pasti dan gak tetap, plus gak ada jaminan asuransi dan pensiun. Belum kalo ujan keujanan, dan kalo panas kepanasan.
Orang jualan bakso juga perlu (1) gerobak (2) stok bakso untuk dijual (3) mangkok, alat makan (4) tempat mangkal. Dan kalau tukang bakso jualan di Bandung, harus enak rasanya - kalau gak enak dia bakalan kalah bersaing sama tukang bakso laen yang lebih enak. Belum kalau dagangan gak laku dan dipalak preman.
Mau jadi dokter ya harus sekola dokter (gak gampang dan gak murah masuknya), lama pula baru bisa praktek untuk balik modal (minimal 6 tahun deh kalo lancar).
Mau bisnis ya harus keluar modal (investment).
Tapi untungnya kalo mau mulai bisnis gak selalu harus sekola bisnis.
Mau bukti? Silahkan tanya Ma Icih ...
Prinsip 'bersusah susah dahulu, bersenang-senang kemudian' masih valid ternyata, dalam bidang apa pun.
Mau enak tapi gak mau susah (awalnya) . . . hmmmm . . . kalo ada orang bisa sukses tapi gak pake usaha, please kasitau supaya aku bisa belajar dari dia gimana caranya.
Yang penting adalah mencari bisnis apa yang resiko nya kecil, tingkat kegagalannya rendah, dan sesuai dengan minat kita.
Karena kalau sesuai minat maka ngejalanin-nya pun akan berasa enjoy aja, dan gak akan berasa membebankan.
Besides, I'm sure 199% that this is going to be something big.
And I couldn't just sit there and see everybody sharing the cake . . . (while I'm drooling).
Jadi, kesimpulan akhirnya, gimana caranya meyakinkan mamaku?
Aku cuman bilang, 'Mam, kalo aku berhasil (di bisnis ini), kan mama sendiri yang bakal menikmati hasilnya. Nanti kalo jalan-jalan ke Eropa bakal aku kasih uang sakunya.'
It's always works with her in that way, thankfully.
Friday, November 18, 2011
Satu jam saja
Apa yang bisa kita lakukan dalam waktu satu jam ?
Dalam sehari ada 24 jam.
Rata-rata orang normal menghabiskan waktu sekitar 6-8 jam untuk tidur.
Masih ada sisa waktu (24-8)= 16 jam.
Kita kerja di kantor sekitar 8 jam sehari, masi ada sisa waktu (16-8)= 8 jam
yang bisa digunakan untuk perjalanan ke kantor (1-2 jam, tergantung lokasi tinggal).
Tersisa 6 jam, bisa dipakai untuk makan, aktivitas sehari-hari beres-beres rumah, santai leyeh-leyeh, ngobrol sama temen/famili- anggaplah masih ada 2 jam tersisa setiap harinya.
Seorang dokter tentu mengerti betapa pentingnya arti waktu satu jam.
Pasien UGD yang menderita gegar otak dan telat penanganan bisa meninggal dalam waktu kurang dari 1 jam. Bahkan pasien yang menderita sumbatan saluran pernafasan bisa meninggal dalam waktu beberapa menit saja.
Satu jam setiap hari = 356 jam atau 15 hari per tahun, yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kapasitas kita sebagai seorang manusia.
Kita bisa belajar bahasa asing (atau belajar International Sign Language), membaca buku-buku yang meningkatkan pengetahuan kita, belajar sesuatu yang baru/ hobi baru, belajar cara berinvestasi lebih baik.
Waktu satu jam juga bisa kita buang begitu saja dengan nonton sinetron (gak penting, gak menambah wawasan), bergosip dengan orang lain, buka-buka Fb sambil melihat gosip orang lain (kadang-kadang emang seru juga), dan seterusnya.
Pilihannya tentu terserah kita.
Kita lah yang menjadi tuan atas pilihan-pilihan yang kita ambil.
Jika kita komitmen untuk meng-alokasikan waktu satu jam setiap harinya, keputusan itu bisa jadi hal yang bisa mengubah hidup kita selamanya : Misal kalau kita serius berkomitmen untuk belajar main gitar, maka dalam waktu 3 tahun kita akan menguasai alat musik gitar.
Kita bisa menunjukkan keahlian maen alat musik itu sambil dibayar semakin kita ahli.
Sama seperti alokasi waktu untuk hal berbisnis juga.
Sebagai contoh, kalo kita punya komitmen untuk buka toko kue karena itu yang jadi passion kita, tentu kita akan belajar gimana caranya cari lahan yang baik dan berprospek untuk buka toko. Atau gimana supaya tampilan kue menarik dan orang mau mencoba. Atau meyakinkan klien supaya percaya bahwa kue kita emang enak dan harus dikonsumsi.
Komitmen kita akan sangat menentukan langkah-langkah apa yang kita ambil kedepannya.
Sama juga dengan seseorang yang mempersiapkan dirinya untuk pensiun.
Orang biasanya tau semakin tua maka tenaga akan semakin berkurang, makanya mumpung masih muda mereka rajin kerja nabung supaya bisa dinikmati nanti setelah masuk masa pensiun.
Tapi semakin banyak orang jaman sekarang yang meraih keberhasilan dalam usia muda dan menikmati pensiun dalam usia yang lebih dini.
Apakah artinya orang-orang ini bisa bermalas-malasan dengan hasil pensiun-nya?
Kayanya engga juga.
Banyak orang berhenti bekerja, karena sudah punya passive income.
Passive income ini membuat kita bisa melakukan apapun yang jadi passion dan interest kita, untuk seorang dokter misalnya, dia bisa murni menolong orang tanpa kuatir apakah pasien-nya mampu bayar atau engga.
Ini juga membuat hidup kita lebih berkualitas karena kita gak akan stress berasa 'dikejar-kejar setoran' karena kita hanya melakukan apapun yang kita senangi.
And life is really good, when you're profession is your passion :)
Dalam sehari ada 24 jam.
Rata-rata orang normal menghabiskan waktu sekitar 6-8 jam untuk tidur.
Masih ada sisa waktu (24-8)= 16 jam.
Kita kerja di kantor sekitar 8 jam sehari, masi ada sisa waktu (16-8)= 8 jam
yang bisa digunakan untuk perjalanan ke kantor (1-2 jam, tergantung lokasi tinggal).
Tersisa 6 jam, bisa dipakai untuk makan, aktivitas sehari-hari beres-beres rumah, santai leyeh-leyeh, ngobrol sama temen/famili- anggaplah masih ada 2 jam tersisa setiap harinya.
Seorang dokter tentu mengerti betapa pentingnya arti waktu satu jam.
Pasien UGD yang menderita gegar otak dan telat penanganan bisa meninggal dalam waktu kurang dari 1 jam. Bahkan pasien yang menderita sumbatan saluran pernafasan bisa meninggal dalam waktu beberapa menit saja.
Satu jam setiap hari = 356 jam atau 15 hari per tahun, yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kapasitas kita sebagai seorang manusia.
Kita bisa belajar bahasa asing (atau belajar International Sign Language), membaca buku-buku yang meningkatkan pengetahuan kita, belajar sesuatu yang baru/ hobi baru, belajar cara berinvestasi lebih baik.
Waktu satu jam juga bisa kita buang begitu saja dengan nonton sinetron (gak penting, gak menambah wawasan), bergosip dengan orang lain, buka-buka Fb sambil melihat gosip orang lain (kadang-kadang emang seru juga), dan seterusnya.
Pilihannya tentu terserah kita.
Kita lah yang menjadi tuan atas pilihan-pilihan yang kita ambil.
Jika kita komitmen untuk meng-alokasikan waktu satu jam setiap harinya, keputusan itu bisa jadi hal yang bisa mengubah hidup kita selamanya : Misal kalau kita serius berkomitmen untuk belajar main gitar, maka dalam waktu 3 tahun kita akan menguasai alat musik gitar.
Kita bisa menunjukkan keahlian maen alat musik itu sambil dibayar semakin kita ahli.
Sama seperti alokasi waktu untuk hal berbisnis juga.
Sebagai contoh, kalo kita punya komitmen untuk buka toko kue karena itu yang jadi passion kita, tentu kita akan belajar gimana caranya cari lahan yang baik dan berprospek untuk buka toko. Atau gimana supaya tampilan kue menarik dan orang mau mencoba. Atau meyakinkan klien supaya percaya bahwa kue kita emang enak dan harus dikonsumsi.
Komitmen kita akan sangat menentukan langkah-langkah apa yang kita ambil kedepannya.
Sama juga dengan seseorang yang mempersiapkan dirinya untuk pensiun.
Orang biasanya tau semakin tua maka tenaga akan semakin berkurang, makanya mumpung masih muda mereka rajin kerja nabung supaya bisa dinikmati nanti setelah masuk masa pensiun.
Tapi semakin banyak orang jaman sekarang yang meraih keberhasilan dalam usia muda dan menikmati pensiun dalam usia yang lebih dini.
Apakah artinya orang-orang ini bisa bermalas-malasan dengan hasil pensiun-nya?
Kayanya engga juga.
Banyak orang berhenti bekerja, karena sudah punya passive income.
Passive income ini membuat kita bisa melakukan apapun yang jadi passion dan interest kita, untuk seorang dokter misalnya, dia bisa murni menolong orang tanpa kuatir apakah pasien-nya mampu bayar atau engga.
Ini juga membuat hidup kita lebih berkualitas karena kita gak akan stress berasa 'dikejar-kejar setoran' karena kita hanya melakukan apapun yang kita senangi.
And life is really good, when you're profession is your passion :)
Subscribe to:
Posts (Atom)