Saturday, November 19, 2011

Mau enak tapi gak mau susah

"Koq mahal banget modalnya ?"

Itu dia pertanyaan mama saya waktu saya baru mau mulai bisnis ini.

Untuk dia yang kurang mengerti prinsip high investment = high return, perlu waktu buat meyakinkan bahwa semua bisnis (besar) perlu dimulai oleh modal (besar).

Pertanyaanku balik adalah: 'Emang bisnis apa yang gak perlu modal ?'

Jadi tukang parkir aja perlu (1) peluit (2) seragam (3) keahlian markir - walopun gak ada sekolahnya.
Itu pun masih ada resiko kompetisi lahan parkir sama tukang parkir laen yang lebih senior. Gajinya pun gak pasti dan gak tetap, plus gak ada jaminan asuransi dan pensiun. Belum kalo ujan keujanan, dan kalo panas kepanasan.

Orang jualan bakso juga perlu (1) gerobak (2) stok bakso untuk dijual (3) mangkok, alat makan (4) tempat mangkal. Dan kalau tukang bakso jualan di Bandung, harus enak rasanya - kalau gak enak dia bakalan kalah bersaing sama tukang bakso laen yang lebih enak. Belum kalau dagangan gak laku dan dipalak preman.

Mau jadi dokter ya harus sekola dokter (gak gampang dan gak murah masuknya), lama pula baru bisa praktek untuk balik modal (minimal 6 tahun deh kalo lancar).

Mau bisnis ya harus keluar modal (investment).
Tapi untungnya kalo mau mulai bisnis gak selalu harus sekola bisnis.
Mau bukti? Silahkan tanya Ma Icih ...

Prinsip 'bersusah susah dahulu, bersenang-senang kemudian' masih valid ternyata, dalam bidang apa pun.

Mau enak tapi gak mau susah (awalnya) . . . hmmmm . . . kalo ada orang bisa sukses tapi gak pake usaha, please kasitau supaya aku bisa belajar dari dia gimana caranya.

Yang penting adalah mencari bisnis apa yang resiko nya kecil, tingkat kegagalannya rendah, dan sesuai dengan minat kita.

Karena kalau sesuai minat maka ngejalanin-nya pun akan berasa enjoy aja, dan gak akan berasa membebankan.

Besides, I'm sure 199% that this is going to be something big.
And I couldn't just sit there and see everybody sharing the cake . . . (while I'm drooling).

Jadi, kesimpulan akhirnya, gimana caranya meyakinkan mamaku?
Aku cuman bilang, 'Mam, kalo aku berhasil (di bisnis ini), kan mama sendiri yang bakal menikmati hasilnya. Nanti kalo jalan-jalan ke Eropa bakal aku kasih uang sakunya.'

It's always works with her in that way, thankfully.

No comments:

Post a Comment