Friday, November 18, 2011

Satu jam saja

Apa yang bisa kita lakukan dalam waktu satu jam ?

Dalam sehari ada 24 jam.

Rata-rata orang normal menghabiskan waktu sekitar 6-8 jam untuk tidur.

Masih ada sisa waktu (24-8)= 16 jam.

Kita kerja di kantor sekitar 8 jam sehari, masi ada sisa waktu (16-8)= 8 jam
yang bisa digunakan untuk perjalanan ke kantor (1-2 jam, tergantung lokasi tinggal).

Tersisa 6 jam, bisa dipakai untuk makan, aktivitas sehari-hari beres-beres rumah, santai leyeh-leyeh, ngobrol sama temen/famili- anggaplah masih ada 2 jam tersisa setiap harinya.

Seorang dokter tentu mengerti betapa pentingnya arti waktu satu jam.
Pasien UGD yang menderita gegar otak dan telat penanganan bisa meninggal dalam waktu kurang dari 1 jam. Bahkan pasien yang menderita sumbatan saluran pernafasan bisa meninggal dalam waktu beberapa menit saja.

Satu jam setiap hari = 356 jam atau 15 hari per tahun, yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kapasitas kita sebagai seorang manusia.

Kita bisa belajar bahasa asing (atau belajar International Sign Language), membaca buku-buku yang meningkatkan pengetahuan kita, belajar sesuatu yang baru/ hobi baru, belajar cara berinvestasi lebih baik.

Waktu satu jam juga bisa kita buang begitu saja dengan nonton sinetron (gak penting, gak menambah wawasan), bergosip dengan orang lain, buka-buka Fb sambil melihat gosip orang lain (kadang-kadang emang seru juga), dan seterusnya.

Pilihannya tentu terserah kita.
Kita lah yang menjadi tuan atas pilihan-pilihan yang kita ambil.

Jika kita komitmen untuk meng-alokasikan waktu satu jam setiap harinya, keputusan itu bisa jadi hal yang bisa mengubah hidup kita selamanya : Misal kalau kita serius berkomitmen untuk belajar main gitar, maka dalam waktu 3 tahun kita akan menguasai alat musik gitar.
Kita bisa menunjukkan keahlian maen alat musik itu sambil dibayar semakin kita ahli.

Sama seperti alokasi waktu untuk hal berbisnis juga.
Sebagai contoh, kalo kita punya komitmen untuk buka toko kue karena itu yang jadi passion kita, tentu kita akan belajar gimana caranya cari lahan yang baik dan berprospek untuk buka toko. Atau gimana supaya tampilan kue menarik dan orang mau mencoba. Atau meyakinkan klien supaya percaya bahwa kue kita emang enak dan harus dikonsumsi.

Komitmen kita akan sangat menentukan langkah-langkah apa yang kita ambil kedepannya.

Sama juga dengan seseorang yang mempersiapkan dirinya untuk pensiun.
Orang biasanya tau semakin tua maka tenaga akan semakin berkurang, makanya mumpung masih muda mereka rajin kerja nabung supaya bisa dinikmati nanti setelah masuk masa pensiun.

Tapi semakin banyak orang jaman sekarang yang meraih keberhasilan dalam usia muda dan menikmati pensiun dalam usia yang lebih dini.
Apakah artinya orang-orang ini bisa bermalas-malasan dengan hasil pensiun-nya?

Kayanya engga juga.

Banyak orang berhenti bekerja, karena sudah punya passive income.

Passive income ini membuat kita bisa melakukan apapun yang jadi passion dan interest kita, untuk seorang dokter misalnya, dia bisa murni menolong orang tanpa kuatir apakah pasien-nya mampu bayar atau engga.

Ini juga membuat hidup kita lebih berkualitas karena kita gak akan stress berasa 'dikejar-kejar setoran' karena kita hanya melakukan apapun yang kita senangi.

And life is really good, when you're profession is your passion :)

No comments:

Post a Comment