Thursday, November 10, 2011

Sehat itu Mahal

Sehat itu mahal.
Diantara sekian banyak petuah yang muncul dari orang yang lebih senior (baca: tua), pernyataan diatas mungkin yang memang bener terbukti kebenarannya setelah saya jadi dokter.

Banyak orang pengen sehat tapi males olahraga, pola hidup tidak sehat, kurang tidur, merokok atau terlalu banyak makan makanan gak sehat.

Ini bukan gara-gara orang itu gak mampu, orang kaya atau miskin sama-sama tau kalo kesehatan itu harus dijaga - dan kalau udah sakit (apalagi jatuh sakit yang parah) - biasanya baru sadar kalau kesehatan itu ternyata mahal dan harus dijaga.

Mana yang lebih mahal, beli rokok atau beli buah ?

Di Indonesia, jawabannya beli buah (lebih mahal daripada rokok).

Makanya orang sakit paru disini juga lebih banyak (daripada di Eropa misalnya).

Di Eropa, jawabannya rokok lebih mahal (daripada buah).

Di Denmark, harga rokok 4 kali lipatnya harga rokok di Indonesia.
Harga buah kalau dikurs sekitar 3000 rupiah / buah (berlaku untuk buah jenis apel, jeruk, kiwi, pir, peach, boleh dicampur. Anggur lebih mahal dikit).

Akibatnya tentu aja orang lebih pengen beli buah (karena murah juga) daripada rokok (yang mahal).

Ini tentunya karena pemerintah sana peduli kesehatan rakyatnya, dan gak mau banyak rakyatnya yang sakit.

Di Indonesia, sebaliknya, kebijakan disini rokok murah - akibatnya banyak orang sakit alat pernafasan kronis (kebanyakan orang tua, dan gak mampu secara ekonomi) dan disini orang tidak selalu punya asuransi kesehatan.

Siapa yang diuntungkan?

1. Perusahaan rokok tentunya.
Liat saja iklan-iklan rokok yang bertebaran di media televisi maupun wilayah publik laennya.
Mereka gak pernah kehabisan duit untuk promosi rokok, karena laba nya banyak banget !

2. Dokter (kan kalau pasien sakit larinya ke dokter).
Makanya sebagai dokter, mestinya saya rugi kalau promosi kesehatan ke orang-orang:
nanti kalau semua orang sehat . . . bisa-bisa praktek dokter gak laku dong.

Salah. Tugas dokter kan promosi kesehatan juga.

Jadi kembali lagi ke pesan di atas.

Jangan pernah sayang duit kalau untuk urusan menjaga kesehatan.
Duit yang keluar untuk urusan kesehatan merupakan investasi untuk masa depan kita juga.

Siapa juga yang mau punya banyak duit tapi sakit-sakitan?

Karena kalau kita sakit, kan kita juga yang rugi gak bisa kerja atau menikmati hasil kerja kita, kan?

Kembali ke pesan sponsor tadi : Sehat itu mahal dan sebuah investasi, mau sekarang atau nanti mending mulai berpola hidup sehat deh.

No comments:

Post a Comment